Diskominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu Gelar Koordinasi Teknis Menjelang Ramadhan

Published by Team Diskominfotik on

 

Kominfonews – Memastikan pelayanan komunikasi dan informasi di provinsi Bengkulu berjalan secara baik sepanjang bulan Ramadhan, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu gelar rapat teknis bersama para provider dan media di Aula Diskominfotik, 19/05.

Sebelumnya, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam rapat terbatas meminta Diskominfotik untuk mengumpulkan seluruh provider di provinsi Bengkulu untuk memastikan jaringan tidak terdapat kendala menjelang mudik.

“Kami berharap akses informasi terpantau secara baik khususnya di titik-titik vital jalur mudik dan di lokasi area publik. Jika perlu ditingkatkan frekuensi serta jangkauannya,” harapan Kadis Eddy Prawisnu saat membuka rapat.

Selain memastikan layanan informasi, rapat teknis kali juga menghadirkan pimpinan media massa. Hal ini berkaitan untuk menjaga atmosfer berita yang sejuk. Terkait akhir-akhir ini, berita terorisme menjadi headline pemberitaan media massa.

“Saya meminta pada pimpinan media cetak dan elektronik untuk bersama-sama menjaga kondusifitas pemberitaan di momentum bulan puasa ini terkhusus berkaitan dengan isu terorisme, dan hoax,” kata Eddy.

Di Bengkulu saat ini terbilang kondusif serta aman, tambah Eddy, jangan sampai kondisi ini tereduksi oleh isu-isu yang tidak produktif yang berujung pada kehawatiran hingga meresahkan masyarakat.

“Kita pastikan betul di bulan Suci Ramadhan ini masyarakat nyaman dan tenang melaksanakan ibadahnya,” tegas Eddy.

Menanggapi harapan ini, PT Telkom memberikan penjelasan bahwa sepanjang bulan ramadhan, telkom mendirikan posko 24 jam untuk mengontrol layanan informasi tidak ada kendala. Berikut provider lain juga memastikan hal yang sama.

Terkait isu-isu negatif serta teror, para pimpinan media massa cetak hingga online serta radio memiliki komitmen sama untuk menjaga suasana bulan ramadhan dengan baik, tentu dengan berita-berita yang menyejukkan.

Hal yang menjadi sorotan mendasar bagi para provider adalah soal keamanan. Provider meminta kerjasama pada pemerintah untuk ikut andil memastikan alat-alat aman. Seperti yang sering terjadi adalah pencurian batre. Termasuk juga atas kebutuhan terhadap listrik. Semua harus dipastikan agar semua senantiasa berjalan semestinya. (Tim-Kominfonews)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 3 =