Kominfotik Provinsi Bengkulu Hadiri SUSEC 2026 dan Digital Leadership Award

JAKARTA, Selasa (14/10/2026) — Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu terus memperkuat komitmen dalam mendukung keamanan digital dan peningkatan kualitas kepemimpinan di tengah transformasi digital pemerintahan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam International Cybersecurity Conference (SUSEC) 2026 yang berlangsung di Balai Sudirman, Jakarta, 14–15 Oktober 2026.
Kegiatan bertema “Shaping Cybersecurity for Industry in the Age of AI through CSOC in Indonesia” ini diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) bersama mitra terkait. SUSEC 2026 dirangkaikan dengan penganugerahan ASKOMPSI Digital Leadership Award (ADLGA) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kesadaran terhadap keamanan siber, serta bertukar informasi mengenai tata kelola dan manajemen program di bidang transformasi digital.

SUSEC 2026 menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri, termasuk sambutan secara virtual dari KISIA 16th Chairman, Jinsu Kim. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai Research and Development (R&D) Project dalam pengembangan teknologi keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Cybersecurity Operations Center (CSOC).
Proyek kolaborasi riset internasional tersebut berlangsung sejak Juli 2024 hingga Desember 2026 dan menjadi salah satu bagian dari penguatan ekosistem keamanan siber di tengah perkembangan teknologi digital.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Diskominfotik Provinsi Bengkulu, Dr. Hj. Nelly Alesa, S.IP., S.K.M., M.Si., bersama Kepala Bidang e-Government Ilham Suci Putra, M.Eng., turut mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital yang aman, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Nelly menyampaikan bahwa keikutsertaan Diskominfotik Provinsi Bengkulu dalam SUSEC 2026 penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital di daerah.
“Keikutsertaan kami dalam SUSEC 2026 ini sangat penting. Sesuai arahan Gubernur Bengkulu dalam program BANTU RAKYAT, semua layanan publik harus digital, cepat, dan aman.
Hasil dari konferensi internasional ini menjadi bekal bagi kami di Diskominfotik untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital. Tujuannya satu, pelayanan publik yang semakin efektif, transparan, dan akuntabel, serta memastikan data masyarakat Bengkulu aman dari ancaman siber.
Transformasi digital bukan hanya soal aplikasi, tetapi juga soal keamanan dan kepercayaan masyarakat. Dari Mukomuko sampai Kaur, kita pastikan Bengkulu Terkoneksi, Terinformasi dan Tepercaya,” ujar Nelly.
Kegiatan ini juga dihadiri Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta para kepala dinas komunikasi dan informatika provinsi dari seluruh Indonesia.
Kehadiran pemerintah pusat dan daerah dalam forum tersebut membuka ruang pertukaran informasi, pengalaman, serta pengelolaan program di bidang komunikasi, informatika, dan keamanan siber. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan transformasi digital.
Melalui partisipasi dalam SUSEC 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital, meningkatkan keamanan informasi, serta mendorong pelayanan publik yang semakin efektif, transparan, dan akuntabel menuju Bengkulu Maju.
0 Comments