Harga Cabai Naik, Daging dan Telur Ayam Ras Mulai Mengalami Penurunan

BENGKULU — Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Tanti Nasilva, S.Sos., mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar di Ruang VIP Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (12/10/2026).
Memasuki minggu kedua Oktober 2026, harga sejumlah komoditas pangan di Provinsi Bengkulu menjadi perhatian dalam pembahasan pengendalian inflasi. Harga cabai merah dan cabai rawit tercatat mengalami kenaikan, sementara harga daging ayam ras dan telur ayam ras mulai menunjukkan penurunan.
Kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit juga terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia sehingga memerlukan perhatian pemerintah. Dalam rapat tersebut, perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh musim kemarau yang berlangsung cukup panjang dan berdampak pada terjadinya gagal panen.
Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyalurkan bantuan bibit kepada petani. Dengan dukungan tersebut, hasil panen cabai diharapkan mulai tersedia dalam tiga bulan ke depan sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga.
Sementara itu, harga daging ayam ras dan telur ayam ras mulai mengalami penurunan. Perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan komoditas yang mengalami surplus, sementara daya beli masyarakat mulai menurun.
Meskipun mengalami penurunan, harga daging ayam ras masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Kondisi tersebut tetap menjadi perhatian dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
Melalui koordinasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan komoditas pangan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.
0 Comments